Bupati Buka Rapat Teknis Operasi dan Pemeliharaan SDA Se-Kalteng

91

Bupati Kabupaten Pulang Pisau, H. Edy Pratowo S.Sos., MM hadir sekaligus membuka acara rapat teknis operasi dan pemeliharaan sumber daya air (SDA) se-kalimantan tengah tahun 2018 di GPU Handep Hapakat Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (25/10/2018).

Dalam acara pembukaan kegiatan yang akan dilaksanakan dari tanggal 24-26 oktober 2018 ini, Edy berkesempatan menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah provinsi Kalimantan Tengah atas kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah daerah kabupaten pulang pisau untuk penyelenggaraan rapat teknis operasi dan pemeliharaan sumber daya air se-kalimantan tengah pada tahun 2018.

Edy menyampaikan bahwa Pulang Pisau banyak memiliki potensi sumber daya air, antara lain adalah luas potensi kawasan irigasi mencapai 26.520 hektar dengan panjang sungai – termasuk anak sungainya – mencapai ribuan kilometer, dan terdapat juga potensi embung dan lainnya yang masuk dalam wilayah sungai (WS) Kahayan.

edy berharap, semua itu tentunya menjadi potensi dan aset bagi kabupaten pulang pisau yang harus dikelola secara bersama dengan sebaik-baiknya di masa yang akan datang untuk mewujudkan ketahanan air, ketahanan pangan dan ketahanan energy yang dapat dikelola secara berkesinambungan.

Sementara itu, dalam sambutan terpisah, Kepala Dinas PUPR, Usis I Sangkai, S.Hut., M.Si bertindak selaku ketua penyelenggara menyampaikan tujuan kegiatan trsebut adalah untuk memberikan gambaran secara nyata terhadap pelaksanaan Sumber daya air di masing-masing wilayah dan mengevaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan O & P Bidang sumber daya air tahun yang lalu, diantaranya agar tercipta kesepakatan pengelolaan daerah irigasi rawa, air baku dan prasarana sumber daya air lainnya antara pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat, dan adanya sinkronisasi kegiatan antara usulan DAK Kabupaten dan Provinsi, serta Evaluasi isu-isu strategis hasil konsultasi regional tahun 2017 di Yogyakarta, dan yang terakhir adanya invertarisasi alih fungsi lahan di setiap daerah irigasi atau daerah rawa, jelasnya. (krwn/wd)

BERBAGI