MENTERI PERTANIAN & GUBERNUR KUNKER KE BELANTI SIAM

10

Bupati Pulang Pisau, H. Edy Pratowo, S.Sos., M.M menyambut kunjungan kerja Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., didampingi Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran dalam rangka Tanam Perdana Menuju Pertanian Organik di Desa Belanti Siam Kecamatan Pandih Batu, senin (13/11).

Setibanya di Pulang Pisau Menteri dan Gubernur langsung disambut Bupati di rumah jabatan (rujab) Bupati Pulang Pisau dengan tarian selamat datang khas Kalimantan Tengah, dilanjutkan dengan makan siang bersama sambil berdiskusi ringan. Sebelum berangkat menuju Desa Belanti Bupati menyerahkan Plakat Kabupaten Pulang Pisau yang disaksikan oleh Gubernur.

Kebijakan pembangunan pertanian merupakan bagian dari strategi pembangunan nasional, dimana sebagai salah satu bagian dari nawacita yang dicanangkan oleh bapak Presiden, sebagai bagian dari upaya yang diharapkan menjadi satu kesatuan yang utuh dalam pembangunan wilayah sebagai rangcangan kegiatan untuk pembangunan pertanian berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan wujud dari keseriusan pemerintah dalam melaksanakan program untuk mendukung pembangunan pertanian guna mewujudkan tercapainya kedaulatan pangan. Perlu diketahui bahwa Kabupaten Pulang Pisau merupakan Lokasi Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional yang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 830/Kpts/RC.040/12/2016 dan juga hasil rapat Tim Cetak Sawah untuk Padi Organik di Provinsi Kalimantan Tengah pada tanggal 17 maret 2017 bertempat diruang rapat Lamunti Ditjen Prasarana dan Sarana Kementrian Pertanian RI diketahui bahwa potensi pengembangan Padi Organik di Kabupaten Pulang Pisau seluas 81.149,06 Ha.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, tanam perdana yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memacu kegiatan pengembangan padi organik yang mana pada tahun anggaran 2018 Kabupaten Pulang Pisau mendapat alokasi dana APBN untuk pengembangan padi organik kurang lebih 18.500 Ha. Pengembangan padi organik adalah salah satu strategi untuk memperbaiki pendapatan dan tarap hidup petani kita.

Edy menambahkan, tanam perdana ini terselenggara atas kerjasama Pemerintah Pusat, daerah dan masyarakat sebagai wujud bahwa program pemerintah yang selama ini diberikan sangatlah bermanfaat dan dibuktikan dengan dilaksanakannya kegiatan seperti sekarang ini. Saya harapkan juga kepada seluruh masyarakat, khususnya Gapoktan (kelompok tani) di Kabupaten Pulang Pisau dapat berperan aktif dalam mensukseskan seluruh program Pemerintah khususnya di bidang Pertanian.

Menteri mengatakan bahwa Kalimantan Tengah menjadi salah satu target Lumbung Pangan Nasional. Saya di perintahkan lagi oleh Presiden RI untuk menjadikan Kalimantan Tengah menjadi Lumbung Pangan Organik, ucapnya. Untuk mencapai target itu, Kementrian mengalokasikan 300 ribu hektare untuk ditanami padi organik di Kalteng.

Saat ini Indonesia sudah mencapai Swasembada dan telah diakui oleh negara-negara lain di dunia. Indonesia sekarang bukan lagi macan haus impor tetapi sudah bisa ekspor hasil pertanian. Di sela-sela sambutannya Mentri lebih banyak mengajak para petani setempat berdialog untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan.

Dia berharap agar petani lebih banyak bekerja, bukan terlalu banyak berdiskusi, apalagi sampai malas-malasan. Mentan memberikan kabar gembira bagi Kalteng, khususnya Kabupaten Pulang Pisau untuk pengembangan tanaman jagung. Target 10.000 hektare dengan bantuan anggaran yang dialokasikan mencapai Rp. 20 milliar oleh Pemerintah Pusat dan diharapkan Pulang Pisau berhasil dalam mengembangkan tanaman jagung.

Mentan mengunjungi Pulang Pisau sekaligus mengakomodir kebutuhan peralatan pertanian. Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pertanian setelah mendengar dan melihat keluhan petani, mengabulkan permintaan petani untuk memberikan bantuan 5 tracktor, 10 handtracktor,1 unit mesin pompa, 1 unit excavator mini dalam menyelesaikan masalah irigasi.

BERBAGI