Pj. Bupati Buka Lomba Cipta Menu B2SA

18

Pj Bupati Pulang Pisau, Ir. Hj. Sunarti MM secara resmi membuka Lomba Cipta Menu (LCM), Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Kabupaten Pulang Pisau yang diikuti oleh PKK dari delapan kecamatan di Kabupaten Pulang Pusau, digelar di Aula PKK, Rabu (8/8/2018).

Dalam sambutannya, ia mengharapkan kedepannya agar kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dan TP PKK Kabupaten Pulang Pisau ini bisa tetap dipertahankan, bahkan bisa ditingkatkan tidak hanya terbatas pada kegiatan LCM, tetapi lebih pada kegiatan yang mengarah kepada kepentingan kesejahteraan masyarakat.

Dirinya juga menyadari bahwa daerah memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah, termasuk didalamnya keanekaragaman bahan pangan. Namun dalam kenyataannya keanekaragaman bahan pangan tersebut belum benar-benar mampu dimanfaatkan bagi pemenuhan pangan, bahkan konsumsi ketergantungan itu sendiri cenderung makin meningkat terhadap beras dan tepung terigu yang salah satunya merupakan faktor pengungkit mendorong terjadinya krisis pangan.

“Padahal, kalau kita telusuri setidaknya ada 77 makanan bahan lokal yang kandungan karbohidratnya hampir sama dengan nasi. Sehingga bisa dijadikan subtitusi dan potensi besar sebagai bahan pangan alternatif penganti beras, apabila kita kelola secara baik, ” terang Sunarti

Dia juga menjelaskan, pangan alternatif sebagai penganti beras diantaranya, ubi jalar, talas, sagu, singkong, jawawut dan masih tersisa 72 jenis lainnya. Menurutnya, banyaknya keanekaragaman pangan lokal ini bila dikembangkan dengan baik akan memiliki nilai ekonomi tinggi dan tujuan ketahanan pangan – yang didengungkan bapak Presiden Jokowi – akan dapat dicapai dengan baik namun demikian hingga saat ini, produk pangan lokal masih belum mampu mematahkan dominasi pangan dari beras atau tepung terigu. Hal ini diantaranya dikarenakan rendahnya inovasi tekhnologi terhadap produk pangan lokal dan diversivikasi pangan terkendala oleh keterbatasan pengetahuan dan keterjakauan.

Sunarti berharap kegiatan ini tidak sekedar seremoni, tetapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di dalam dalam mencukupi kebutuhan konsumsi pangan keluarga. (bgn/wd)

BERBAGI