Pj. Bupati Pulang Pisau, Membuka Sosialisasi Program Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun Kerangka Pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit

240

Sektor perkebunan berperan strategis dalam pemecahan agenda besar pembangunan ekonomi nasional, diantaranya membuka kesempatan kerja, penanggulangan kemiskinan, pembangunan daerah, peningkatan ekspor dan daya dorong tumbuhnya kegiatan ekonomi lokal pada sektor terkait.

Berkenaan hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Pulang Pisau mengadakan Sosialisasi Program Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun Kerangka Pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Tahun 2018 yang di buka langsung oleh Pj. Bupati Pulang Pisau, Ir. Hj. Sunarti, MM di Aula Kantor Setda lama, Kecamatan Kahayan Hilir, selasa (18/09/2018).

Dalam sambutannya, sunarti memaparkan berdasarkan data BPS Ditjenbun Tahun 2017, dari total nilai ekspor pertanian sebesar USD 33,05 Milyar, sektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar nilai total ekspor yaitu sebesar USD 31,8 Milyar atau sebesar 96,36 %. Komoditi Tanaman kelapa sawit merupakan penyumbang ekspor terbesar pada sektor perkebunan dengan total eskpor Minyak kelapa Sawit (CPO) pada tahun 2017 sebesar 37,81 juta ton dengan luas kurang lebih 14 juta hektar dan mampu menyerap tenaga kerja 6,73 juta. Namun demikian luas perkebunan kelapa sawit rakyat secara nasional lebih 5,6 juta hektar dan di Kabupaten Pulang Pisau luas perkebunan kelapa sawit rakyat baru mencapai 4.163 hektar, dengan berbagai macam persoalan dan tantangan yang dihadapi.

Menurutnya, tantangan dan isu perkebunan rakyat tersebut patut cermati dan segera ditangani, yakni keterbatasan modal untuk pemenuhan sarana produksi (saprodi), sebagian besar lahan kurang produktif akibat menurunnya tingkat kesuburan lahan, tingginya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan Kualitas Benih/Bibit yang tidak sesuai anjuran, mutu hasil belum memenuhi standar SNI, agro industri belum berkembang, SDM dan kelembagaan petani belum optimal serta bencana kebakaran lahan.

Untuk itu, Pemerintah berperan dan berkewajiban memberikan fasilitas, bimbingan dan pendampingan, agar petani mempunyai akses kemudahan dan mampu mewujudkan langkah-langkah penerapannya, sehingga tantangan dan isu persoalan sektor perkebunan dapat ditangani dan menjadi lebih baik. Sehingga implementasi penggunaan dana yang dihimpun dari pelaku usaha perkebunan dapat diwujudkan melalui Program Peremajaan Kelapa Sawit yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017 tersebut. (Krwn/wd)