Pulpis Bebas Malaria, Raih Sertifikat Kemenkes RI

84

 

Foto: facebook Dwi Sasono

Pulang Pisau, Diskominfostandi – Bupati Pulang Pisau, H. Edy Pratowo didampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr. Muliyanto Budhiharjo bersama 11 Kepala Daerah Se-Indonesia menerima sertifikat Eliminasi Malaria yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kementrian Kesehatan di Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Puji syukur di akui Edy Pratowo terucap kala kabupaten Pulang Pisau dapat meraih Sertifikat Eliminasi Malaria dari Kementrian Kesehatan RI. Ia juga dengan haru mengucapkan terima kasih kepada Menteri Kesehatan yang telah mengklasifikasikan Pulang Pisau sebagai salah satu Kota Bebas Malaria tahun 2021 dengan bukti penghargaan Sertifikat Eliminasi Malaria.

Edy pratowo menambahkan, penghargaan ini merupakan kebanggaan yang patut dan wajib bersama-sama mepertahankan, agar Bumi Handep Hapakat bebas dari malaria.

“Apresiasi dan ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada Dinas Kesehatan, RSUD, Puskesmas, Tenaga Kesehatan dan masyarakat Kabupaten Pulang Pisau, yang telah bekerja keras bersama-sama sehingga Pulang Pisau dapat bebas dari Malaria,” ujar Edy Pratowo dilansir dari Kalteng Oke https://kaltengoke.com/2021/04/27/bebas-malaria-pulpis-raih-sertifikat-dari-kemenkes-ri/2/

Foto: facebook Dwi Sasono

Di momen yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr. Muliyanto Budhiharjo mengungkapkan bahwa Sertifikat Eliminasi Malaria bisa diperoleh karena dukungan yang tinggi dari Bupati Pulang Pisau dan seluruh tim Dinas Kesehatan serta semua pimpiman puskemas dan tim RSUD Pulang Pisau yang berjuang selama 3 tahun berturut turut.

dr. Muliyanto menjelaskan, ada tiga syarat yang mesti terpenuhi untuk bisa meraih sertifikat bebas malaria dari Kementrian Kesehatan, yakni: Pertama, jumlah kasus harus di bawah 1 – 1000 penduduk. Jika disandingkan dengan kondisi Kabupaten Pulang Pisau  ditemukan 0,07 atau ditemukan sekitar 7 – 20 kasus dalam beberapa tahun terakhir. Untuk penilaian itu Pulang Pisau memenuhi syarat, sebab minimal dalam 3 tahun berturut-turut yakni tahun 2017, 2018 dan 2019, kasus malaria tidak sampai 1-1000 penduduk.

Kedua, Jumlah yang dinyatakan positif atau jumlah yang diperiksa harus kurang dari 5 persen. Di Kabupaten Pulang Pisau terdata jumlah yang positif hanya sekitar 3 persen.

Ketiga, tidak ada penularan lokal atau penularan malaria di daerah tersebut.

Foto: facebook Dwi Sasono

“Sekarang ini, di Kabupaten Pulang Pisau semua kasus malaria adalah kasus inpor, atau rata-rata mereka yang kena adalah masyarakat kita yang bekerja baik pekerja perkebunan atau penambang, mereka yang kena itu di daerah yang berisiko malaria,” jelasnya sebagai contoh data.

(ARR)